one day in your life

TIADA HIDUP TANPA KEKALAHAN DAN KEJATUHAN

Kamis, 17 November 2011

progress from my task bussines english III

i sent latter to embassy of south africa and United kingdom. 


my letter :



dear consule,
My name Setya gusti from Indonesia, currently I'm studying at a university in Indonesia is Jakarta's leadership academy and the department of my company is international trade. 
Now I get the task of import export faculty subjects related to international trade that I was instructed to request data on the economic situation of UK and complete data on exports and imports of Indonesia to UK. hopefully a good father / mother can be a motivation for me to increase knowledge in the field of international trade.
thanks for the help and support.

Sincerely,


setya gusti 


i have reply from united kingdom 

Dear Setya Gusti.

Thank you for your email. Regarding the data that you asked, We sure that kind of data available freely on the internet along with other statistics that support it.

Grateful if you could spend more time browsing the internet. I am sending you some links that might help you on your task , below.

·         UKTI Website – www.ukti.gov.uk
·         Kementrian Perdagangan RI – www.kemendag.go.id
·         And other website.

Please feel free to drop us an email for further queries.

Regards,
British Embassy Jakarta | Jl. MH. Thamrin No.75 | Jakarta Pusat, 10310 | T:+62 (0)21 2356 5262 | FTN.8401 4262 |  Fax: + 62 (0)21 2356 5336.

Selasa, 08 November 2011

doa dari hamba yang mencintaimu rabb



Ilahi
Apakah orang yang t'lah mencicipi manisnya cinta-Mu
akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakah orang yang t'lah bersanding di samping-Mu
akan mencari penukar selain-Mu

Ilahi
Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih untuk pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kaurindukan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu
yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu
yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu
yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan-Mu
yang Kaukosongkan dirinya untuk-Mu
yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu
yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh
yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan dengan-Mu

Ya Allah
Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pada-Mu
hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu
Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para pecinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohonkan cinta-Mu
dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku para rida-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai Pemberi Ijabah

kecintaan Rasulullah SAW pada anak yatim

Kedudukan anak yatim dalam Al Quran sangat diprioritaskan untuk memperoleh kasih sayang. Rasulullah saw pernah bersabda. ” Sesungguhnya apabila anak yatim dipukul dan menangis maka goncanglah Arsy Allah SWT. Pada saat itulah Allah bertanya, Hai malaikat – malaikatKu, siapakah yang menyakiti anak ini? ”

Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “ Barang siapa melindungi anak yatim dengan makanan dan minumannya maka Allah SWT mewajibkan surga baginya. ”Memberikan sedekah pada anak yatim ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah ,antara lain yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Ia menceritakan, pada suatu hari raya ketika Rasulullah saw berangkat Shalat Ied, ia melihat seorang bocah berpakaian kumal sedang menangis. Padahal disekelilingnya banyak anak–anak yang sedang riang gembira. Maka Rasulullah segera mendekati anak tersebut. “ Hai nak, kenapakah engkau menangis? ” Tanya Rasulullah. “ Aku tidak punya pakaian baru yang bagus seperti mereka, Bapak,” jawab anak tersebut yang tidak mengetahui bahwa yang sedang dihadapannya itu Rasulullah.“ Siapakah orang tuamu dan dimanakah mereka sekarang? ”“ Wahai Bapak, ayahku telah meninggal dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. Kemudian ibuku menikah dengan laki-laki lain, dan suami ibuku mengusirku. Padahal mereka menempati rumah dan mewarisi semua peninggalan ayahku.”Rasulluluh membujuknya untuk diam . Kemudian ia berkata, “ Maukah engkau menjadikan aku ayahmu dan Aisyah ibumu, lalu Ali pamanmu , sedangkan Hasan , Husein serta Fatimah menjadi saudara-saudaramu? ”Tahulah anak itu, bahwa yang sedang bicara dengannya adalah Rasulullah. Maka jawabnya, “ Kenapa tidak mau ya Rasullullah? ” Seketika itu Rasulullah membawa pulang anak itu. Lebih dulu Anak itu beliau beri makan dan minum sepuasnya, kemudian beliau beri pakaian yang bagus dan sedikit wewangian . Setelah berpakaian rapi, anak itu tampak riang gembira dan membaur dengan gerombolan anak-anak yang lainnya

mengenangmu ya rassul



Setiap tahun kita rutin memperingati hari kelahiran Nabi saw. Dan peringatan ini sudah menjadi tradisi masyarakat yang turun menurun. Mengenang jasa orang adalah perbuatan baik. Perbuatan dan tradisi baik itu merupakan ibadah bukan bid’ah. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. Karena ia tidak bisa mengenang jasa dan berbalas budi orang.
Bagaikan kisah diputar ulang, acara peringatan maulid Nabi Muhammad saw dikenang dan dirayakan masyarakat demi untuk mengingatkan masyarakat Islam sejarah beliau dari mulai lahir sampai wafat beliau. Jelasnya, peringatan maulid Nabi bagi kita di sini, sudah menjadi tradisi yang mendarah-daging. Tahun demi tahun berjalan, dan acara demi acara maulid pasti menyertainya. Dan andai kata kita lupa, atau lalai melakukan peringatan trb kita akan segera merasa ada sesuatu yang ganjil atau kurang mantap dalam diri kita. Peringatan maulid Rasulallah saw sudah menjadi kebutuhan hidup kita, ibarat kita butuh makan, butuh minum, butuh menghirup udara segar, butuh tidur, butuh istirahat, butuh senyum, butuh salam, butuh menyayangi dan disayangi.
Tapi sayangnya, tiap ada acara maulid Nabi saw, diam-diam membuat kita merasa sudah puas, bahwa kita sudah melakukan sebuah ibadah keagamaan penting, dan begitu puasnya kita, hingga kita lupa menggali, atau mempelajari lebih dalam, apa makna ibadah itu bagi kehidupan kita sekarang di dunia ini.
Kita sering menggarisbawahi makna agama itu hanya untuk akhirat, dan melupakan semua urusan yang bersangkutan dengan keduniaan. Pemahaman keagamaan kita sering kabur. Kita lupa, bahwa ibadah yang kita lakukan dalam memperingati maulid Nabi saw pada dasarnya mempelajari kembali jejak seorang manusia termulia bernama Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib yang diangkat Allah sebagai kekasih-Nya, yang membawa nur atau cahaya Ilahi untuk merobah wajah dunia dari gelap gulita menjadi terang menderang.
Dengan upacara peringatan maulid Nabi Muhammad saw, kita harus bisa mengambil teladan dari sirah atau perjuangan beliau. Adapun pertama kali yang dibawa Rasulallah saw dalam perjuangan beliau adalah “Nur” atau cahaya yang bisa menerangi kehidupan kita yang gelap gulita di dunia menjadi kehidupan bercahaya yang terang menderang. Beliau adalahpembawa nur atau cahaya Ilahi yang telah merobah peradaban Jahiliah menjadi peradaban Islam dan merobah masyarakat dunia yang kufur menjadi masyarakat yang beriman.
Pendeknya, beliau berjuang dengan gigih, saing malam dan tak kenal lelah menerangi dunia dengan nur Ilahi. Adapun nur atau cahaya yang dibawa Rasulallah itu tidak akan pernah padam. Nur atau cahaya itu menjadi pusaka, menjadi warisan tak ternilai. Cahaya itu tersimpan di dalam kitab suci yang tiap hari dibaca. Mereka, orang kafir, telah berusaha sekuat tenaga ingin memadamkan nur atau cahaya tersebut, akan tetapi cahaya itu terpelihara dan terjaga tidak akan pudar atau mati sampai hari kebangkitan.
“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka dan Allah tetap menyempurnakan cahaya Nya meskipun orang orang kafir benci” (Al-Quran)
Makanya, dalam upacara peringatan maulid Rasulullah, kita diminta membaca sejarah beliau dalam sebuah teks terbuka, agar kita tak hanya membacanya dengan nasyid-nasyid, melainkan dengan menjadikannya suri teladan dalam mengikuti dan mencontoh perilaku, budi pekerti yang mulia, dan perjuangan beliau yang luhur dalam menegakkan agama. Upacara peringatan maulid Nabi saw janganlah berhenti cuma pada upacara. Upacara peringatan itu jangan hanya menjadi amalan hampa, gabug, dan kosong bagi kehidupupan kita di dunia. Akan tetapi upacara peringatan itu harus dijadikan suatu energi luar biasa yang bisa merobah wajah dunia Islam. Makanya kita jangan berasyik asyik dengan kulit luar dan pinggirannya saja. Akan tetapi kita harus masuk menelusuri selak beluk perjalanan Nabi dalam menegakkan agama dan membela kebenaran.

sejarah ka'bah mekkah


Ka\'bah    
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” al- Imran, ayat 96.

Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.

  

Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter (Lihat foto berangka Ka’bah). Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”, kalau kita membaca ayat di atas, kita bisa mengetahui bawah Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menginjakan kakinya di Makkah.

foto kabah dari dalam  kelambu kabah  
 Ka’bah dari Dalam                      Kelambu Ka’bah                                 

Pada masa Nabi saw berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulallah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

banjir di kabah th 1941   banjir di kabah th 1941
 Banjir di Ka’bah tahun 1941                           Banjir di Ka’bah tahun 1941

Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulallah saw menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, ka’bah penuh dikelilingi dengan patung patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Makkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah (lihat foto kunci ka’bah) dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah. 

konci kabah
Konci Ka’bah berada di museum Istambul

Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Rasulallah saw berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail (lihat foto) yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.

Pintu Kabah   pintu kabah 
Pintu Ka’bah tahun 1941                                     Pmtu Ka’bah (Sekarang)
 rukun yamani  
Rukun Yamani   

 batu fondasi masjid haram
   Batu fondasi Haram 852H                             

Karena agama islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi saw mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim”. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Makanya dalam bertoaf kita diharuskan mengelilingi Ka’bah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail as lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar.

Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Ka’bah dibuat sebagaimana perkataan Nabi saw atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulallah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim as. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.

Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi saw. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Ka’bah. Maka sampai sekarang ini bangunan Ka’bah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang

Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semangkin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi saw. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertoaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin.

    hajar aswad    hajar aswad
          Hajar Aswad                     Hajar Aswad berikut kerangka

Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangun gereja besar di Sana’a dan bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, memindahkan Hajar Asswad ke Sana’a agar mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana’a. Abrahah kemudian mengeluarkan perintah ekspedisi penyerangan terhadap Mekkah, dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghadang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan.

Begitu mereka berada di dekat Mekkah, Abrahah mengirim utusan yang mengatakan kepada penduduk kota Mekkah bahwa mereka tidak akan bertempur dengan mereka jika mereka tidak menghalangi penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib, kepala suku Quraisyi, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah, dan ia mundur ke luar kota dengan penduduk Mekkah lainnya. Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota, terlihat burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia; setiap orang yang terkena langsung terbunuh, mereka lari dengan panik dan Abrahah terbunuh dengan mengenaskan. Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fil

Makam Ibrahim

makam Ibrahim    
Makam Ibrahim  

  makam ibrahim & hajar aswad
                Hajar Aswad

Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Ka’bah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.

Multazam

multazam
 Multazam

Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.

Terakhir, saya sangat berharap semoga artikel “Ka’bah” ini bisa membawa mangfaat, menyejukan hati dan menambah semangat kita dalam mengenal dan mencintai rumah Allah.

biografi Rasulullah SAW



Nama
Muhammad Rasulallah SAW
Nama Bapak
Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah
Nama Ibu
Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah
Nama Nenek dari Bapak
Fatimah binti Umar Al-Makhzumiyah
Nama Nenek dari Ibu
Burrah binti Abdul U’za’ bin Utsman bin Abduddar bin Qushay bin Kilab bin Murrah
Warga Negara
Muslim Quraisyi Hasyimi
Tempat dan Tanggal Lahir
Makkah, dekat Al-Shofa di Rumah Abi Thalib (sekarang dijadikan Perpustakaan Makkah), hari Senen 12 Rabiul Awal tahun 53 sebelum Hijrah bertepatan tanggal 20 April 570 M
Nama Bidan
Syaffa binti A’uf (Ummu Abdurahman)
Nama Pengasuh
Ummu Aiman
Nama Penyusu
1-  Stuaibah Al-Aslamiyah (Budak Abu Lahab)
2 – Halimah binti Abi Dhuaib Al-Sa’diyyah (Istri Harist bin Abdul U’zza)
Tempat dan Tanggal Diutus
Goa Hira, Makkah 27 Ramadhan 13 Sebelum Hijrah (17 Agustus 609M)
Tempat dan Tanggal Wafat
Madinah 12 Rabiul Awal 11 H bertepatan tanggal 6 Juni 632M
Jenis Kelamin
Pemimpin Laki Laki
Agama
Pemimpim Muslimin
Alamat
Makkah dan Madinah, Masjid Nabawi
Pekerjaan
1-Pengembala domba di masa kecil
2- Pedagang sampai usia 40 tahun
3- Rasul dan Nabi sebagai rahmat bagi alam semesta
Tanda Tanda Istimewa
1 – Stempel kenabian atara kedua bahunya
2 – Dipayungi awan dalam setiap pepergian
Tanda Tanda Jasmani
Berperawakan sedang, Berkulit putih kemerah merahan, berdahi lebar, berambut hitam dan panjang, bermata jeli, bertubuh sempurna, sedap dipandang mata, lesung pipit, senyumnya menarik, tidak ada seorang pun di dunia yang menyamainya dalam keindahan tubuh dan kesempurnaan jasad.
Saudara Susu Nabi
Dari Stwaibah:
1- Abdullah bin Jahsy
2- Hamzah bin Abdul Muthalib
3- Abu Salamah bin Abdul Asad
4- Masruh ibnu Stuaibah
Dari Halimah Al-Sa’diyyah
1- Abdullah bin Harist
2- Anisah binti Harist
3- Hudhafah binti Harist
Istri-Istri Nabi
1- Khadijah binti Khuailid
2- Saudah binti Zama’h
3- A’isyah binti Abu bakar As-Shiddik
4- Hafshah binti Umar bin Khattab
5- Zeinab binti Khuzaimah
6- Hind binti Hudhaifah
7- Zainab binti Jahsy
8- Juwairiyah binti Harist
9- Shafiyyah binti hay
10- Ramlah binti Abi Sufyan
11- Maimunah binti Al-Harist
12- Mariya binti Syamu’n
Putra Putri Nabi
1- Qasim
2- Abdullah (Al-Thayyib atau Al-Thahir)
3- Ibrahim
4- Zainab
5- Ruqayyah
6- Ummu Kalstum
7- Fatimah
Cucu Cucu Nabi
1- Ali
2- Abdullah
3- Hasan
4- Husen
5- Muhsin
6- Umamah
7- Ummu Kalstum
8- Zainab
Paman Nabi
(Dari Bapak)
1- Zubair (Abu Thahir)
2- Abu Thalib (Abdu Manaf)
3- Abbas
4- Dhirar
5- Hamzah
6- Al-Muqawm
7- Hijl
8- Harist
9- Abu lahab (Abdul U’zza’)
10- Ghaidaq
11-Abdul Ka’bah
12- Qustm
Bibi Nabi
(Dari Bapak)
1- Ummu Hakim Al-Baidha’
2- A’tikah
3- Umaimah
4- Arwa’
5- Burrah
6- Shafiyyah
Paman Nabi
(Dari Ibu)
1- Al-Aswad bin Yaghust
2- Abdullah bin Al-Arqam bin Yaghust