one day in your life

TIADA HIDUP TANPA KEKALAHAN DAN KEJATUHAN

Rabu, 09 Februari 2011

thinking and big hearts


Sahabat,
Mengapa orang takut kepada orang lain? Mengapa banyak orang merasa sadar diri jika berada diantara orang lain? Apa yang terletak di balik rasa malu? Apa yang dapat kita lakukan terhadap rasa ini?

Ketakutan akan orang lain adalah ketakutan besar. Akan tetapi ada cara untuk menaklukanya jika anda mau belajar menempatkan mereka pada “perpestif yang benar.”

Berikut adalah sebuah cerita yang menarik yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa takut akan orang lain.

Sebelum masuk tentara dalam perang dunia II, saya takut-takut hampir kepada semua orang. Anda tidak akan percaya betapa pemalu dan cemasnya saya waktu itu. Saya merasa semua orang jauh lebih cerdik daripada saya. Saya khawatir mengenai fisik dan mental saya yang tidak memadai. Saya kira saya kahir untuk gagal.

Kemudian, suatu kebetulan yang menguntungkan membuat saya kehilangan rasa takut saya akan orang selama saya berdinas di Angkutan Darat. Selama sebagian dari tahun 1942 dan 1943, ketika angkatan darat melantik anggota secepat mungkin, sayab ditempatkan sebagai perawat medis di sebuah kamp bersar.
Hari demi hari saya membantu memeriksa orang-orang itu. Semakin banyak saya melihat prajurit baru itu, semakin kurang rasa takut saya kepada orang.

Semua orang yang dibariskan telanjang bulat itu tampak serupa.
Memang ada yang gemuk dan kurus,
jangkung dan pendek,
tetapi mereka semua sama-sama bingung sama-sama kesepian.
Padahal beberapa sebelumnya sebagian dari mereka adalah para eksekutif muda yang sedang menanjak.
Sebagian adalah petani,
sebagian adalah wiraniaga,
gelandangan
dan pekerja kasar.
Beberapa hari sebelumnya, mereka adalah orang dengan bermacam-macam jabatan.
Namun,
di depot pelantikan mereka semua sama.

Saya memikirkan sesuatu yang mendasar saat itu.  
Saya tahu bahwa orang pada dasarnya mempunyai lebih banyak pesamaan daripada perbedaan.
Saya mengetahui bahwa orang lain mirip sekali dengan saya.
Ia menyukai makanan yang enak,
ia merindukan keluarga dan teman,
ia ingin maju,
dan ia mempunyai masalah.
Ia juga suka rilek.
Jadi, saya tidak perlu takut kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar