one day in your life

TIADA HIDUP TANPA KEKALAHAN DAN KEJATUHAN
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2011

Ujian Itu Mendewasakan

“Sungguh, besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum..Allah pasti mengujinya…." (HR Tirmidzi)

Kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang menuju sebuah kesempurnaan keabadian. Dalam perjalanan panjang ini sudah dapat dipastikan tidak mungkin akan lurus saja tanpa adanya tikungan dan hambatan. Pastinya perjalanan ini sulit lagi berat. Jalannya berliku, kadang menurun dan mendaki. Itulah ujian. Fitrah dari sebuah kehidupan.

”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, "Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-Ankabuut: 2)

Setiap kali kita memasuki babak baru kenaikan tingkat di sekolah atau di dunia kerja, pastinya ada tes atau ujian yang harus kita lalui terlebih dahulu. Ujian tersebut bisa berupa tulisan maupun lisan yang pastinya akan menyita banyak tenaga dan pikiran kita. Belajar, bekerja, berpikir bagaimana agar dapat melaluinya dan mendapatkan hasil terbaik guna kelancaran sekolah atau pekerjaan. Maka begitu pula dengan kehidupan ini. Di tiap fasenya ada ujian-ujian yang harus kita lalui sebagai syarat kenaikan tingkat untuk  mencapai derajat taqwa yang lebih tinggi lagi.

Ujian tentunya bertingkat sesuai dengan kualitas iman seseorang. Semakin tinggi tingkatan imannya, semakin berat pula ujiannya. Sebaliknya, rendahnya tingkatan iman seseorang, tentu saja ujiannya pun akan lebih ringan.  Dalam hal ini Rasulullah saw  pernah menggambarkan tingkatan ujian itu    sebagai berikut :  ”Tingkat berat - ringannya ujian, disesuaikan dengan kedudukan manusia itu sendiri.  Orang yang paling berat menerima ujian adalah para Nabi, kemudian orang yang lebih dekat derajatnya kepada mereka berurutan secara bertingkat. Orang diuji menurut tingkat ketaatan kepada agamanya. Jika ia sangat kukuh kuat dalam agamanya, diuji pula oleh Allah sesuai dengan tingkat ketaatan kepada agamanya. Demikian bala dan ujian itu senantiasa ditimpakan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan berjalan dimuka bumi tanpa dosa apapun.”    (HR. Tirmidzi)

Dalam salah satu ayatnya, Allah juga berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”  (Al Baqarah: 286).

Begitulah karakteristik ujian. Maka yakinlah bahwasannya ujian hanyalah skenario yang dibuat oleh Allah untuk menyeleksi hamba-hamba-Nya. Sebagai sebuah batu loncatan untuk menuju taraf keimanan yang lebih tinggi lagi. Bahwasannya ujian merupakan cara Allah untuk mendewasakan hamba-hambaNya. Maka yakinlah;

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh sesudah kesulitan itu ada kemudahan..”

Wallahu'alam.

Memaknai Syukur Nikmat

Apabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat Allah yang telah kita terima dan gunakan dalam hidup ini. Demikian banyaknya sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah berfirman, ''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).

 Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'.'' (QS 14: 7).

Pada dasarnya, semua bentuk syukur ditujukan kepada Allah. Namun, bukan berarti kita tidak boleh bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara nikmat Allah. Ini bisa dipahami dari perintah Alah untuk bersyukur kepada orang tua yang telah berjasa menjadi perantara kehadiran kita di dunia. Firman Allah SWT, ''Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali.'' (QS 31: 14).

Perintah bersyukur kepada orang tua sebagai isyarat bersyukur kepada mereka yang berjasa dan menjadi perantara nikmat Alloh. Orang yang tidak mampu bersyukur kepada sesama sebagai tanda ia tidak mampu pula bersyukur kepada Alloh swt . Nabi bersabda, ''Siapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Alloh.'' (HR Tirmidzi).

Manfaat syukur akan menguntungkan pelakunya. Allah tidak akan memperoleh keuntungan dengan syukur hamba-Nya dan tidak akan rugi atau berkurang keagungan-Nya apabila hamba-Nya kufur. Allah berfirman, ''Dan siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.'' (QS 27: 40).

Ada beberapa cara mensyukuri nikmat Allah swt. Pertama, syukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Alloh Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Alloh yang diperolehnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Alloh swt. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Alloh melalui ucapan alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Hal ini dengan menggunakan nikmat Alloh pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta'ati aturan Alloh dalam segala aspek kehidupan

Sikap syukur perlu menjadi kepribadian setiap Muslim. Sikap ini mengingatkan untuk berterima kasih kepada pemberi nikmat (Alloh) dan perantara nikmat yang diperolehnya (manusia). Dengan syukur, ia akan rela dan puas atas nikmat Allah yang diperolehnya dengan tetap meningkatkan usaha guna mendapat nikmat yang lebih baik.

Selain itu, bersyukur atas nikmat yang diberikan Alloh merupakan salah satu kewajiban seorang muslim.   Seorang hamba yang tidak pernah bersyukur kepada Alloh, alias kufur nikmat, adalah orang-orang sombong yang pantas mendapat adzab Allah SWT.

Allah  telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengingat dan bersyukur atas nikmat-nikmatNya: “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.” (QS al-Baqarah:152)

Ahli Tafsir, Ali Ash Shobuni menjelaskan bahwa yang dimaksud “Ingat kepada Alloh” itu adalah dengan Ibadah dan Ta’at, maka Alloh akan ingat kepada kita, artinya memberikan pahala dan ampunan. Selanjutnya kita wajib bersyukur atas nikmat Allah dan jangan mengingkarinya dengan berbuat dosa dan maksiat.

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhannya: ”Ya Robb, bagaimana saya bersyukur kepada Engkau?  Robbnya menjawab: ”Ingatlah Aku, dan janganlah kamu lupakan Aku.  Jika kamu mengingat Aku sungguh kamu telah bersyukur kepadaKu. Namun, jika kamu melupakan Aku, kamu telah mengingkari nikmatKu”.

Di zaman sekarang ini, betapa banyak orang merefleksikan rasa bersyukur, namun dengan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syukur itu sendiri. Untuk itu, para ulama telah menggariskan tata cara bersyukur yang benar, yakni dengan cara beribadah dan memupuk ketaatan kepada Allah swt dan meninggalkan maksiat.

Alloh swt telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa orang-orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikanNya sangatlah sedikit.  Kebanyakan manusia ingkar terhadap nikmat yang diberikan Alloh kepada mereka.   “Sesungguhnya Alloh benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” [QS Yunus: 60]

 “Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut yang kamu berdoa kepadaNya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): ”Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”   Katakanlah: ”Alloh menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukanNya.” (QS Al-An’aam: 63-64).

Ketika manusia ditimpa berbagai macam kesusahan mereka segara berdoa dan berjanji untuk bersyukur pada Allah jika bencana itu dihindarkanNya.  Akan tetapi, ketika Allah menghindarkan mereka dari bencana itu, mereka lupa bersyukur bahkan kembali mempersekutukan Allah swt.   Betapa banyak orang menangis, meratap, memelas dan merengek-rengek meminta kepada Alloh swt agar dihindarkan dari kesusahan hidup; masalah pribadi, soal pekerjaan, musibah, dsb.  Akan tetapi, ketika Alloh menghindarkan mereka dari kesusahan mereka kembali lalai, bermaksiat, bahkan menerapkan aturan-aturan selain aturan Allah.   Bukankah hal ini termasuk telah menyekutukan Allah swt?   Wallahu a'lam

Menjadi Mulia Tak Perlu Menunggu Kaya

Ini sebuah kisah nyata: ada dua orang wanita yang tinggal serumah. Keduanya selalu menyisihkan sebagian harta yang dititipkan Allah pada mereka dengan cara berinfak. Hal ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Tetapi tunggu, ulama tersebut melanjutkan kisahnya.

Siapakah kedua wanita yang tinggal dalam satu atap itu? Mereka bukanlah anak dan ibu atau kakak beradik. Lalu, siapakah gerangan mereka? Keduanya tak lain adalah seorang majikan dan pembantunya.

Tanpa diketahui oleh masing-masing, sang pembantu selalu menyisihkan rezeki yang diperoleh setiap kali menerima gaji, demikian pula dengan sang majikan. Secara logika kita pastinya berfikir bahwa penghasilan sang majikan lebih besar dari sang pembantu, maka infaknya pun tentu akan lebih besar. Sang pembantu, berapalah ia mampu infakkan, apalagi harus berbagi dengan kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anaknya.

Namun, Allah mempunyai matematika lain. Dengan gaji tak seberapa plus dipotong infak, ia hidup cukup. Anak-anaknya bersekolah sampai jenjang tertinggi.

Tentu saja bagi orang beriman yang mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa memberi rezeki, tak kan pernah heran atau terlontar tanya seperti demikian. Karena sudah jelas tercantum firman-Nya dalam Alquran:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (QS Al-Hadid: 18)

Demikianlah, Allah telah banyak menunjukkan salah satu contoh kekuasaan-Nya melalui kisah serupa. Sebagai sebuah pelajaran supaya cukuplah Allah tempat kita menyandarkan keyakinan sepenuhnya atas rezeki yang diberikan-Nya. Di samping itu kita tidak perlu merasa khawatir untuk bersedekah atau menginfakkan sebagian rezeki yang Allah titipkan tersebut karena janji Allah pastilah benar adanya. Kita pun tak perlu menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi rezeki demi mendapatkan kemuliaan di hadapan-Nya.
“.... Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS Al Hujuraat [49]:13).

Senin, 13 Desember 2010

go to succes

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

Kamis, 30 September 2010

mengenal diri sendiri


semua orang mempunyai sifat yang berbeda-beda dan coba temukan dirimu sendiri disini :
1. Mana yg paling cocok dgn kamu?
* ADVENTUROUS = Orang yg mau melakukan suatu hal baru, berani dgn tekad untuk menguasai
* ANALYTICAL = Suka menyelidiki bagian bagian hubungan yg logis dan “semestinya”
* ADAPTABLE = Mudah menyesuaikan diri dan senang dalam situasi.
* ANIMATED = Penuh kehidupan, sering menggunakan isyarat tangan, lengan, wajah dgn hidup

2. Mana yg paling cocok dgn kamu?

* Persistent = Melakukan sesuatu sampai selesai sebelum memulai lainnya.
* PERSUASIVE = Meyakinkan orang dgn logika dan fakta, buka pesona atau kekuasaan.
* PLAYFUL = Penuh kesenangan dan selera humor yg baik
* PEACEFUL = Tampak tidak terganggu dan tenang serta menghindari setiap bentuk kekacauan

3. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* Considerate = Menghargai keperluan dan perasaan orang lain
* CONVINCING = Bisa merebut hati anda melalui pesona kepribadiannya.
* COMPETITIVE = mengubah setiap situasi, kejadian atau permainan menjadi kontes dan selalu bermain untuk menang.
* CONTROLLED = Mempunyai perasaan emosional tapi jarang memperlihatkannya.

4. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* SATISFIED = Orang yang mudah menerima keadaan atau situasi apa saja
* Sensitive = Secara intensif memperhatikan orang lain dan apa yang terjadi.
* SELF-RELIANT = Orang mandiri yang bisa sepenuhnya mengandalkan kemampuan, penilaiandan sumberdayanya sendiri
* SPIRITED = Penuh kehidupan dan gairah.

5. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* SPONTANEOUS = memilih agar semua kehidupan merupakan kegiatan yang impulsie, tidak dipikirkan lebih dahulu, tanpa dihambat rencana
* Scheduled = membuat, menghayati, menurut rencana sehari hari, tidak menukai rencananya terganggu
* SURE = yakin jarang ragu ragu/goyah.
* SHY = pendiam, tidak mudah terseret ke dalam percakapan

6. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* Orderly = orang yang mengatur segala galanya secara metodis dan sistematis
* OUTSPOKEN = bicara terang-terangan dan tanpa menahan diri
* OBLIGING = bisa menerima apa saja,orang yang cepat melakukannya dengan cara lain
* OPTIMISTIC = orang yang periang dan meyakinkan dirinya dan oran glain bahwa segala galanya akan beres

7. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* Faithful = secara konsisten bisa diandalkan, teguh, setia, dan mengabdi kadang kadang tanpa alasan
* FUNNY = punya rasa humor yang cemerlang dan bisa membuat cerita apa saja menjadi peristiwa yang menyenangkan
* FRIENDLY = orang yang menanggapi dan bukan orang yang puna insiatif, jarang memulai percakapan
* FORCEFUL = kepribadian yang mendominasi dan menyebabkan oran glain ragu ragu untuk melawannya

8. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* CHEERFUL = secara konsisten memiliki semangat tinggi dan mempromosikan kebahagiaan pd org lain
* Cultured = org yg perhatiannya melibatkan tujuan intelelktual dan artistic spt teater, simfoni, balet
* CONSISTENT = tetap memiliki keseimbangan sec emosional, menanggapi sebagaimana yg diharapkan org lain
* CONFIDENT = percaya diri dan yakin akan kemampuan dan suksesnya sendiri.

9. Mana yg paling cocok dgn kamu ?

* TENACIOUS = memegang teguh, keras kepala, dan tdk mau melepaskan sampai tuuan tercapai
* Thoughtful = org yg tanggap dan mengingat kesempatan istimewa dan cepat memberikan isyarat yg baik
* TALKER = terus menerus bicara, biasanya menceritakan kisah lucu dan menghibur setiap org di sekelilingnya, merasa perlu mengisi kesunyian spaya membuat org lain merasa senang
* TOLERANT = mudah menerima pemikiran dan cara cara org lain tanpa perlu tdk menyetujui atau megubahnya

10. Mana yg paling cocok dgn kamu?

* Behaved = sec konsisten ingin membawa dirinya di dalam batas batas apa yg dirasakan semestiny
* BOUNCY= kepribadian yg hidup, berlebihan, penuh tenaga.
* BALANCED = kepribadian yg stabil dan mengambil tengah tengah, tdk mnjadi sasaran ketinggian atau kerendahan yang tajam.
* BOLD = tdk kenal takut, berani, trus terang tdk takut akan resiko

Dan hasilnya untuk saya yaitu tipe “KOLERIS” dan bisa diartikan sebagai :
Saya memiliki bakat pemimpin, tegas, penuh pendirian, tanggung jawab hingga tugas selesai, dan dapat diandalkan. Dunia semakin lebih baik dengan kepemimpinan saya. wah, enak juga ya jadi koleris .. sudah bisa memimpin sejak kecil, suatu bakat yang menyenangkan sepertinya … tapi jangan senang dulu karena ada kelemahan dibalik karakter ini, yaitu .. karena secara alami memimpin, maka paling suka bossy nyuruh nyuruh, keras kepala dan tidak suka menjadi pengikut. Tegas karena penuh pendirian jadi sering menganggap dirinya benar tapi orang lain salah plus tentu saja hobinya yang mengkritik. Bertanggung jawab hingga tugas selesai sampai sampai paling gak suka (atau kadang panik marah) bila tugas tersebut di lakukan orang lain dengan cara yang lain (orang lainkan salah, saya benar), dan karena hasil akhirnya bagus dan orang lain semakin mengandalkannya, semakin yakin pula bahwa dia benar orang lain salah. Emosi yang serius dan goal orientasi membuat orang sekitar merasa perlu mengikuti kehendaknya. Berhubung berorientasi pada hasil akhir, maka koleris sering tidak sabaran pada proses perjalanan hidupnya dan sering kali merasa tidak perlu orang lain karena orang lain hanya pengganggu saja. Maka, khusus untuk koleris, hal hal yang perlu tangani secara harian adalah :

1. Belajar menikmati proses (seperti bersiul, bersenang senang, istirahat, relaxasi dll) Karena kerja kita akan lebih efesien dengan perasaan senang daripada terburu buru.
2. Belajar bekerja dengan orang lain. Mungkin hasilnya tidak maximal, tapi itu lebih baik dari pada hasil maximal dikerjakan sendiri tapi menyakiti perasaan orang banyak.
3. Sabarlah terhadap kondisi dan sikap orang lain. Debat sama sekali tidak ada gunanya. keluwesan dalam menangani situasi sangat dibutuhkan dalam kesuksesan hidup.
4. Belajar menghargai kelebihan orang lain walaupun sedikit. Kurangi kritikan, tidak ada yang suka dikritik !! tapi orang suka dihargai.

menatap masa depan dan melupakan masa lalu

Ada yang bertanya, sejauh mana masa lalu mempengaruhi kesuksesan kita di masa depan?
Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, kita lihat faktanya saja. Ada orang yang memiliki masa lalu kelam,masa lalu yang pahit, dan penuh kegagalan, namun saat ini mampu meraih sukses. Ada juga orang yang sekarang sukses karena masa lalunya penuh dengan kesuksesan. Sebaliknya juga ada, tidak sedikit orang yang memiliki masa lalu indah dan gemilang namun mengalami keterpurukan saat ini.
Anda sudah bisa menebak jawaban pertanyaan diatas? Ini alasannya.
Masa lalu, baik atau buruk, akan meninggalkan kenangan. Baik kenangan indah yang membuat kita semangat. Namun kadang, kenangan indah juga membuat orang terlena. Beruntunglah yang menjadikan kenangan indah sebagai pemicu semangat. Begitu juga, ada orang yang meninggalkan kenangan pahit kemudian dijadikannya sebagai cambuk yang memotivasi dirinya hingga sukses. Namun, tidak sedikit orang yang hilang semangat karena masa lalu yang kelam.
Jadi, terlepas apakah masa lalu kita itu baik atau buruk, yang terpenting ialah bagaimana kita mengambil hikmah kemudian dijadikan sebagai landasan kita untuk melangkah ke depan saat ini. Tidak peduli apakah kenangan itu baik atau buruk, keduanya mengandung hikmah. Selanjutnya, apakah Anda mau memanfaatkan hikmah itu sebagai tindakan saat ini atau tidak?
Kuncinya Ada Pada Saat Ini
Kuncinya ada pada saat ini, bukan masa lalu. Bagimana Anda bersikap dan bertindak sekarang. Bagaimana Anda menyikapi masa lalu kemudian mengambil tindakan untuk menyongsong masa depan.

Itulah yang perlu Anda lakukan saat ini atau sekarang: mengambil hikmah dan bertindak.
Saya teringat dengan kata-kata W Michell, orang yang sebagian besar tubuhnya pernah terbakar dan hidup diatas kursi roda. Dia mengatakan
It’s not what happens to you. It’s what you do about it.
Ini bukan tentang apa yang terjadi pada Anda. Ini tentang apa yang Anda lakukandengannya. Fokusnya: apa yang Anda lakukan. Kapan? Ya sekarang.
Ada kata-kata yang indah, yang dikatakan oleh baginda Rasulullah saw
Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Apa pun yang terjadi di masa lalu, kebaikan atau musibah, keduanya menjadi lahan mendapatkan pahala dari Allah.