one day in your life

TIADA HIDUP TANPA KEKALAHAN DAN KEJATUHAN

Jumat, 13 Januari 2012

Mengharukan, Detik-Detik Terakhir Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal

detik-detik terakhir nabi Muhammad SAW menjelang ajal...





'Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Sabtu, 10 Desember 2011

progress task 2

ABSTRACT


An Analysis of the Market Development and Trade Flow of Indonesian Cut Flowers to Export Country Destination


The purposes of this study are :

 1) To analysis the cutting flowers trading in the world.
 2) to analysis potential export based on economic indicator to export country destination for Indonesian cutting flowers, 3) to analysis factor that influenced trade flow of Indonesian cutting flowers to export country destination. The study has been done by observed development of the Indonesian cutting flowers export between 1983 - 2002 time frame, by using descriptive methods. Primary data and secondary data both are been used. Including time series data and cross section data. Time series data covered yearly data for 20 years (1983 - 2002), to see development of export market for Indonesia cutting flowers, and cross section data within countries according from Central Bureau of statistic, Department of agriculture, Indonesia flower associate, IMF, World Bank, and also all supporting data from internet. Analysis data using descriptive method, and double linear regression. Result of Indonesia market export development analysis starting 1983 to 2002, experienced fluctuation but in generally experienced the increasing in the amount of county destination also in volume and export value. The biggest potential export for Indonesia cutting flowers to different counties according to the market development and economical variable which are have been study are ; 
1) Brunei Darussalam in ASEAN region,
 2) for Asian region are United Arab Emirates,
 3) USA is the biggest potential export in American continent region, 
4) in Europe region, Netherlands is the potential county. Based on value import show that Germany is the main country importer for cutting flowers in the world and the roses is the most popular flowers for trade. Result of the trade flow analysis of Indonesia cutting flowers, which using gravity model with double linear regression show that according with test t-student, from four dependent variable, dependent variable GDP per capita,, distance between two the country, and mass population in the country destination export, showed significant to demand cut flowers Indonesia in county destination. While dependent variable USD currency rate to country destination are non significant. Determine on elasticity value, only variable USD currency rate to country destination that has non elastic, while other variable are elastic. 
http://en.delejos.com/ecuador/flowers